Sebanyak 2.241 KK di Siak Belum Nikmati Aliran Listrik

Jumat , 07 July 2017, 20:56 WIB
Redaktur: Andri Saubani

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Kota Siak
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah di Kota Siak. Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, SIAK — Sebanyak 2.241 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, hingga kini belum menikmati listrik sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah setempat. “Listrik merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap masyarakat di negeri ini, tentunya selaku pemerintah kami berkewajiban untuk menuntaskan persoalan listrik ini,” kata Bupati Siak Syamsuar, di Siak, Jumat (7/7).

Dia menyebutkan, kondisi tersebut harus segera diatasi. Oleh sebab itulah ia sangat tertarik dengan program Listrik Mandiri Rakyat yang digagas TNI untuk masyarakat kurang mampu. Di mana penemuan ini ditemukan oleh Ujang Koswara seorang Ketua Yayasan Pilar Peradaban dan penemu Limar. “Seluruh camat se-kabupaten Siak harus mendata masyarakat tidak mampu yang belum mendapatkan aliran listrik ke rumahnya. Untuk dibantu dengan program Limar,” katanya lagi.

Syamsuar melanjutkan, listrik yang akan dinikmati oleh warga tersebut tenaganya bukan berasal dari jaringan PLN, melainkan dari baterai. Di mana satu kali cas dapat bertahan selama dua pekan. Selain biaya murah juga sangat mudah untuk dipasang di setiap rumah warga.

Lampu Limar dibuat khusus untuk masyarakat pelosok, yang kampungnya belum sejahtera listrik. Sumber energi lampu berasal dari aki basah yang biasa dipakai di motor atau mobil. Di mana bahan bakunya sangat sederhana, cukup satu unit baterai (Accu) yang dilengkapi material lain, untuk setiap unit rumah, dilengkapi lima unit mata lampu lengkap dengan aki.

Dandim 303 Wirabima Bengkalis Letkol Inf Rizal Faizal Helmi mengharapkan data warga yang dibantu harus valid dan sinkron. Sedangkan untuk pengerjaannya juga akan melibatkan Babinkantibmas. Ia menambahkan, masih ada sekitar 30 juta masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik, oleh karena itu dirinya mengapresiasi pemerintah Kabupaten Siak mau menerapkan program ini.

 

Reblog dari Artikel