Ironis, Tinggal Dekat PLTA Puluhan Tahun Warga Tak Nikmati Listrik

Ironis, Tinggal Dekat PLTA Puluhan Tahun Warga Tak Nikmati Listrik
Kepala Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor, KBB, Asep Sugilar saat secara simbolis menerima bantuan listrik program CSR dari OCBC Grup, di Aula Kantor Desa Girimukti. Koran SINDO/Adi

Reportase

BANDUNG BARAT – Ironis, itulah kata yang bisa menggambarkan kondisi ratusan warga di Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, meski menetap dan hidup di dekat lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, namun selama puluhan tahun sebagian warganya masih ada yang belum menikmati listrik.

“Tahun 2016 setelah kami data ada 600 rumah di desa kami yang belum memiliki listrik,” kata Kepala Desa Girimukti Asep Sugilar saat menerima bantuan listrik program Coorporate Social Responsibility (CSR) OCBC Grup Kamis (26/10/2017).

Menurutnya rumah warga yang belum menikmati listrik itu berada di kawasan terpencil dan perbukitan yang memang sulit diakses. Sehingga akses tiang PLN tidak mampu menjangkau kawasan tersebut. Kalau pun dipaksakan biayanya terlalu mahal sedangkan masyarakat yang terlayani tidak semua tercover.

“Kalau warga mau menikmati listrik mereka harus nyantol dari rumah warga lain yang jaraknya bisa mencapai 500 meter,” tuturnya.

Asep menyebutkan, wilayahnya memang tidak terlalu jauh dari PLTA Saguling atau sekitar 15 km. Namun kesulitan akses yang membuat warga sulit mendapatkan listrik. Pihaknya sempat mendapatkan bantuan tahun lalu pemasangan listrik dari Pemda KBB 75 rumah dan provinsi 50 rumah.

Division Head Corporate Communication Aleta Hanafi mengatakan, kegiatan CSR Bank OCBC NISP dan OCBC Grup mengerahkan 60 karyawan bank menjadi sukarelawan yang memasang instalasi penerangan listrik ke rumah-rumah warga.

“Jika tahun lalu kami mengusung tema soal lingkungan hidup, tahun ini temanya adalah memberikan bantuan instalasi listrik bagi 100 kepala keluarga (KK) warga Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat,” sebutnya.

Menurutnya, setiap keluarga akan mendapatkan bantuan satu paket listrik mandiri rakyat (Limar) yang merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Ukologi. Selain itu turut juga diberikan bantuan berupa genset, accu, dan charger analog kepada Kepala Desa Girimukti. (nag)

Repost dari Artikel