“Limar” Bisa Jadi Solusi Krisis Listrik Nasional

Redaksi Oleh : Febri Krisnawati. Sumber Foto : Ukologi

BANDUNG, (PRFM) – Dalam rangka memperingati hari listrik nasional ke -72, pada Jumat (27/10/2017) Yayasan Pilar Peradaban dan penemu Listrik Mandiri Rakyat (Limar) terus berupaya dengan memberikan akses penerangan kepada masyarakat terutama di pedesaan menggunakan alternatif listrik yang mereka temukan.

“Limar merupakan program listrik dari pedalaman ke kota, kalau PLN kan dari kota ke pedalaman jadi saya mencoba memperkuat posisi PLN disini untuk ikut serta membantu Negara dalam rangka membebaskan gelap” tutur Ketua Yayasan Pilar Peradaban dan Penemu Listrik Mandiri Rakyat (Limar), Ujang Koswara, saat on air di PRFM, Jumat (27/10/2017).

Menurut Uko, sapaan akrabnya, Limar yang sudah ditemukan semenjak 2008 ini merupakan produk yang sederhana. Hanya terdiri dari lampu 1 watt yang terangnya sama dengan lampu 10 watt. Dan untuk pemasangannya, Kang Uko membagikan lima lampu tiap satu rumah untuk kamar mandi, dapur, ruang tamu, kamar tidur, dan teras, serta terdapat saklar otomatis untuk menyalakannya.

“Ada saklarnya secara otomastis, dan untuk menyalakannya menggunakan accu mobil yang 35 ampere dan bisa nyala sampai sebulan, setelah satu bulan habis baru di charge di kantor desa menggunakan geneset kecil, setelah itu dipakai lagi satu bulan, dan biayanya hanya dua ribu, jadi lebih murah” imbuhnya.

Selanjutnya, Uko menambahkan target Limar ini hampir merata untuk seluruh masyarakat di Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di pedalaman dan  belum mendapatkan listrik. Sampai saat ini, sudah sekitar 260 ribu rumah di seluruh Indonesia yang menggunakan teknologi Limar ini.

Dia mengaku, untuk sekarang Limar belum dikomersialkan karena masih dipriotaskan untuk masyarakat yang belum mempunyai listrik. Namun ia juga tidak menutup kemungkinan bila suatu saat Limar bisa digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia.

“Limar ini bisa jadi solusi untuk masyarakat miskin,karena hanya memerlukan biaya dua ribu rupiah untuk menchargernya,” pungkas Kang Uko.

Editor : Asep Yusuf Anshori

Repost dari Artikel