Yayasan Pilar Peradaban Presentasikan Solusi Masalah Kelistrikan Di Siak

https://i2.wp.com/www.antarariau.com/images/imgbig/yayasan-pilar-peradaban-presentasikan-solusi-masalah-kelistrikan-di-siak.jpg

Siak (Antarariau.com) – Ketua Yayasan Pilar Peradaban dan penemu Listrik Mandiri Rakyat Ujang Koswara hadir di Kabupaten Siak, Riau untuk mempresentasikan sekaligus mensosialisasikan Limar di hadapan perangkat daerah dan Bintara Pembina Desa (Babinsa), Rabu.

“Lebih baik 10 watt hari ini, dari pada 100 watt 10 tahun lagi,” kata Penemu Limar ini dalam presentasinya di Gedung Tengku MahRatu Siak.

Menurut Kang Ujang (panggilan akrabnya), masalah listrik di negeri ini tidak bisa diatasi dengan waktu yang singkat jika hanya mengandalkan penerangan dari pihak PLN semata.

Dia paparkan, Limar atau sering juga disebut dengan program Lampu Tentara Rakyat (Lamtera) memiliki banyak keunggulan, sebab dibuat khusus untuk daerah pelosok yang belum dialiri listrik PLN sama sekali. Dimana sumber energi lampunya berasal dari aki basah yang biasa dipakai di motor atau mobil.

“Limar juga jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan lampu minyak tanah,” pungkasnya pula.

Dia jelaskan, bahan baku program Lamtera ini cukup menggunakan satu unit baterai (Accu) untuk setiap unit rumah, yang dilengkapi dengan lima lampu. Menariknya, apabila Accu-nya soak atau habis, bisa diisi ulang lagi di kantor desa dengan biaya hanya Rp2.000-3.000.

Accu tersebut sekali cas/isi ulang bisa bertahan selama satu bulan, masyarakat bisa menikmati listrik selama 12jam/harinya. Karena itulah lanjut Ujang, jika dibandingkan penggunaan minyak tanah akan jauh berbeda, terlebih bahan bakar itu juga sering langka.

Ditambahkan Ujang berdasarkan data dari PLN, kini masih ada sekitar 30 juta penduduk Indonesia yang belum mendapatkan sambungan listrik. Sehingga dengan lampunya yang bertenaga Aki, dirinya berharap semua daerah di Indonesia bisa bebas gelap.

Wakil Bupati Siak Alfedri menilai program Lamtera menjadi solusi masalah kekurangan pasokan listrik di Kabupaten Siak, dimana masih ada sekitar 3.200 kepala keluarga lagi yang belum menikmati listrik hingga saat ini, 2.175 KK diantaranya merupakan masyarakat tidak mampu.

“Sehingga dengan adanya penemuan Limar dari Kang Ujang ini masyarakat Siak jadi terbantu, inilah yang menjadi perhatian kita, sesuai visi-misi Kabupaten Siak,” ungkap Wabup Alfedri.

Alfedri berpesan, agar kepala kampung (penghulu), Babinsa dan perangkat kampung lainnya serius dalam mengikuti arahan dari Kang ujang selama kegiatan sosialisasi berlangsung. (Nella Marni/26 Juli 2017)

 

Reblog dari Artikel