TVRI Jabar – Indonesia Membangun: Menerangi Cijuhung

Tingkat elektrifikasi Jawa Barat saat ini mencapai 82%, namun di beberapa desa belum mendapat sentuhan energi listrik. Seperti di Dusun Cijuhung, Desa margaluyu, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.

“Ini kan kita sudah abad-20 ya, tapi bagaimana mungkin di salah satu desa yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan tapi ternyata selama 20 tahun belum mendapatkan pelayanan  listrik” kata Haneda Sri Lastoto, Wakil Ketua Ombudsman. Dusun Cijuhung sebenarnya terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan kota kecamatan Cipeundeuy, namun infrastruktur di antara keduanya sangat jauh berbeda.

Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat semakin menunjukkan kemajuannya melalui laju gerak pembangunan yang pesat, di era pembangunan seperti ini teknologi kerap menjadi alat yang wajib bagi pembangunan sebuah kota. Namun ironisnya, masih banyak saudara-saudara kita yang bahkan belum mengenal yang namanya listrik, bahkan mereka tinggal di dekat kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata.

Ada dua alternatif untuk mencapai dusun Cijuhung, melalui jalan darat atau cara yang paling cepat adalah dengan menyeberangi danau genangan waduk Cirata selama 20 menit. Desa ini faktanya relatif terletak sangat dengan pusat pemerintahan kecamatan cipeundeuy, namun jauh dari sentuhan pembangunan. Prasarana jalan, infrastruktur, bahkan listrik pun belum masuk ke dusun tersebut.

“Ada tujuh asas pelayanan publik, salah satunya adalah persamaan hak, tidak diskriminatif, tidak membedakan golongan, ras, warna kulit kemudian pendapatan. Sama halnya dengan hak untuk  mendapatkan penerangan, tidak terkecuali apakah seseorang adalah seorang bupati, buruh pabrik, maka dia berhak mendapatkan hal yang sama, karena itu kewajiban negara” kata Haneda Sri Lastoto.

Selama kurang lebih 20 tahun, warga dusun Cijuhung menggunakan lampu cempor sebagai penerangan…