Di Bakti Sosial Pesantren Bersinar, SYL Kagum Dengan Limar dan Silamdas

MAKASSAR, INIKATA.com – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terkesima mendengarkan penjelasan Ujang Koswara soal Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) dan Sistem Lampu Cerdas (SILAMDAS).

” Meski hanya 1 watt, tapi Limar ini bisa seterang 10 watt dan bertahan hingga 10 tahun,” jelas Ujang kepada para hadirin dalam acara Bakti Sosial Pesantren Bersinar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur hari ini, Rabu(28/9/16).

Ujang yang juga menjadi penemunya menjelaskan Limar lahir tahun 2008, ketika Indonesia dalam program konversi minyak tanah ke gas. ” Jadi keluarga saya saat itu kesusahan karena konversi ini. Soalnya di rumah itu penerangan pakai lampu minyak, jadi pengeluaran sangat terasa. Padahal di daerah asal saya, di Garut Selatan banyak pembangkit listrik,” terangnya.

Produk kedua yang berhasil ia temukan adalah Silamdas.Penemuannya ini menggunakan aki mobil untuk menerangi jalan hingga sebulan lamanya. Proses charge nya juga hanya membutuhkan 3 jam. Ujang menemukan produk ini untuk mentaktisi penggunaan listrik di malam hari.

uko_bnpt

“Beban puncak PLN itu di malam hari, selain itu tarif listrik di malam hari lebih mahal dari pada siang hari. Silamdas menggunakan baterai lithium selama malam hari dan di-charge sepanjang siang hari. Meski hanya 60 watt tapi bisa seterang 600 watt dan bertahan sampai 12 jam,” ucapnya menjelaskan.

Meskipun bukan insinyur teknik, justru dari jurusan kimia, Ujang sukses mengembangkan idenya hingga Presiden Jokowi rela berkunjung ke rumahnya. ” Awalnya dari bongkar-bongkar hape, baterai lithium nya saya periksa-periksa. Sekarang, bahkan Jenderal TNI kerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk membuat produk yang sama. Ke depannya saya harap bukan hanya menerangi rumah, bukan hanya pesantren, tapi juga masa depan para santrinya,” papar Ujang.

SYL sepakat bahwa listrik dan penerangan adalah kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Oleh karena itu ia mengapresiasi adanya penemuan ini. Penemuan yang mampu menyentuh kebutuhan tersebut. Apalagi tanpa penerangan banyak hal yang sulit dilakukan.

” Saya bahkan tadi berpikir langsung mau telpon Kadis ESDM saya, mau suruh kesini lihat penemuan anak bangsa ini,” ungkapnya menanggapi. ” Kita di Sulsel surplus listrik, tapi dari laporan yang saya terima ternyata ada 13% dari 3800 desa lebih yang belum menyala,” sambung SYL.

(Arga/Fakra Rauf)

Repost dari Artikel