Sudah Bisa Mendengar Cucu Mengaji, Tak Takut Lagi Lampu Meledak

Ketika TNI Menerangi Malam Nek Ralia

WANITA tua itu terlihat haru setelah rumah yang dihuninya puluhan tahun tanpa listrik, kini telah berubah terang menderang. Selama ini perempuan bernama Nek Ralia (60), tinggal dalam remang-remang pada malam hari karena hanya diterangi lampu teplok berbahan bakar minyak tanah yang semakin sulit didapat.

Tapi kini Nek Ralia sudah tidak lagi tinggal di keremangan malam. Sejak beberapa hari ini wanita tua itu sudah dapat menkmati indahnya malam setelah jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan membantu memasang Lampu Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) ke rumahnya.

LIMAR merupakan temuan dan karya siswa SMKN 4 Bandung, Ujang Koswara. Sistem penerangan LIMAR standar dirancang menggunakan aki basah berkapasitas 12 VDC 7 Ah sebagaimana yang digunakan pada sepeda motor. Penggunaan aki basah ini memungkinkan pengguna LIMAR dapat mengisi batere dengan hanya menggunakan sepeda motornya ke kantor, ke pasar, ke kebun atau ke tempat lainnya.

Kegiatan pemasangan LIMAR ke rumah Nek Ralia dilakukan jajaran prajurit berpakaian loreng itu dalam kegiatan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Desa Hulu Pisang, Kecamatan Labuan Haji Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.

“Letak rumah Nek Ralia yang terpisah jauh dari perkampungan dan hanya sendirian membuat PLN belum bisa membuat sambungan listrik ke rumahnya,” kata Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Hasandi Lubis kepada Serambi, Sabtu (17/10). Kehadiran prajurit TNI menerangi rumahnya, membuat Nek Ralia terharu.

Ia mendoakan agar prajurit TNI yang tengah bekerja diberi kesehatan dan dimudahkan rezeki. “Nanti kalau pulang ke asrama selamat-selamat dan bisa jalan-jalan ke rumah nenek yang sudah bapak-bapak pasang lampu,” tuturnya dengan suara yang terdengar sama-samar. Selain memasang LIMAR, Dandim Hasandi Lubis juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk sang nenek.

“Sekarang kalau malam hari mau ke dapur atau kamar mandi sudah terang, sudah bisa mengarkan cucu mengaji. Cucu pun sudah bisa belajar dan tidak takut lampu meledak atau terbakar kalau tersenggol malam hari,” ungkap Nek Ralia dengan raut wajah penuh syukur. (taufik zass)

 

Reblog dari Artikel