Jabar Siap Kembangkan Limar, Listrik dari Aki Mobil

Sonny Budhi Ramdhani – Selasa, 11 Nov 2014

Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengembangkan tenaga listrik murah dengan sebutan Listrik Mandiri Rakyat (Limar) dan Balaruna, generator tanpa bahan bakar. Aliran listrik didapat dari aki mobil.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyatakan, tenaga listrik berbasis aki mobil itu bisa berguna di wilayah pedalaman. Terlebih, masih ada warga yang menggunakan cempor, lampu tempel, maupun petromak, untuk menerangi rumahnya.

“Saya kira ini menarik. Murah banget harganya Rp1,2 juta. Kemudian yang diperlukan tiap bulan charge aki saja, Rp3.000. Ini sangat efisien,” tutur Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/11/2014).

Dia mengatakan, pengembangan proyek itu bisa dimasukkan dalam APBD. Sebelumnya, Pemprov Jabar mencanangkan Rp100 miliar untuk program Jabar Caang. Dengan anggaran itu, Limar bisa menerangi 100 ribu rumah.

“Tapi, anggaran ini tidak seluruhnya menggunakan PLN. Separuhnya pakai listrik yang lain. Namun, kami harus cari data dulu. Kami sudah tanya ke desa, kebanyakan mereka sudah menikmati listrik dengan cara nyantol (menyambungkan kabel dari rumah ke rumah),” kata dia.

Pihaknya mencoba akan bekerjasama dengan pembuat listrik murah tersebut. Jika anggaran yang dibutuhkan puluhan miliar, Limar harus ditenderkan. “Tapi ini belum punya merek, harus bagaimana? Mungkin menggunakan bantuan sosial, Hibah,” kata Aher.

Sementara itu, Tim Terpadu Riset Mandiri, Diki Zaenal Arifin, menuturkan, Balaruna dibuat tanpa bahan bakar, bahan bakar air, maupun pengolahan limbah. “Ini sudah diaplikasikan di masyarakat,” kata Diki.

Salah satu pencetus Limar, Ujang Koswara, mengungkapkan, Limar diciptakan pada 2008. Saat itu, ada kebijakan yang keluar konvensi minyak ke gas.

“Saya punya alat, bisa satu bulan pakai aki. Aki tersebut bisa di-charge dengan generator. Alat ini dikerjakan oleh anak-anak jalanan dan warga binaan Lapas Sukamiskin,” ucap dia. Limar sudah digunakan di Sukabumi, Tasikmalaya, dan beberapa daerah lainnya.

(JCO)

Repost dari Artikel


 

Dokumentasi video terkait artikel ini