Wagub Resmikan Jabar Caang di Kampung Adat Ciptagelar

(SJO, SUKABUMI) -Wagub Jabar Deddy Mizwar rela batalkan semua acara yang telah diagendakan, demi untuk membantu warga kampung adat Kasepuhan Ciptagelar Cisolok Kabupaten Sukabumi, Kamis (1/8).

Warga Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi selama ini menikmati listrik dengan bantuan mikrohidro namun sangat tergantung dengan debit air dari sungai Sukamulya Cibarengkok dan  sungai Cisono, karena itu pada saat kemarau ketika debit air berkurang, warga secara bergiliran mendapat jatah listrik untuk penerangan rumah warga Ciptagelar yang berjumlah + 700 KK.

Disebutkan Deddy, Program Jabar Caang di Ciptagelar yang di launching saat ini prosesnya sangat cepat, oleh karena itu bantuan yang diberikan belum sesuai harapan warga karena  baru untuk 100 rumah tangga. “Untuk berikutnya saya berharap dapat mengetuk hati berbagai pihak untuk bersinergi membantu  warga Jawa Barat yang belum mencicipi elektrifikasi,”ujar Wagub Deddy Mizwar.

Deddy juga  memberikan  apresiasi terhadap Kang Ujang Koswara warga Jawa Barat yang potensial menghasilkan berbagai karya inovatif  diantaranya Lampu Limar serta  PT. Biofarma yang telah tergerak membantu pengadaan lampu dari dana CSR.

Ujang juga tidak pelit ilmu dengan mengajarkan warga untuk membuatnya, sehingga dari sisi  ekonomi, lampu Limar, juga dapat memberdayakan masyarakat, memberikan kesempatan kerja dan dapat menambah penghasilan bagi warga masyarakat.

Deddy berharap, dengan  pemberian bantuan  Lampu  Limar tersebut  warga Ciptagelar dapat lebih produktif anak-anak bisa belajar lebih giat sehingga dapat berprestasi dan mencapai cita-cita setinggi-tingginya.

Disamping itu bantuan lampu yang diberikan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada miinyak tanah yang selama ini digunakan warga untuk lampu penerangan jika sedang mendapat giliran mati listrik.

Pada kesempatan tersebut Kasepuhan Ciptagelar abah Ugi menyambut baik pemberian bantuan lampu untuk warganya. Ugi juga berharap ke depan pemerintah dapat memberikan bantuan dalam bidang lainnya seperti kesehatan dan  pendidikan karena tingkat pendidikan warga Ciptagelar masih rendah, baru mencapai SD dan SMP.

Bantuan Lampu Limar  diberikan kepada  100 KK masing-masing mendapat 5 buah lampu.Keistimewaan lampu tersebut 1 watt setara dengan 10 watt,tidak pecah ketika jatuh, dapat digunakan selama 1 bulan, apabila habis dapat diisi-ulang dengan accu motor serta mempunyai daya tahan selama 5-10 tahun. Demikian dijelaskan Ujang Koswara asal Garut Selatan, sang pencipta lampu  yang juga Ketua Program Limar (Listrik Mandiri Rakyat) yang juga anggota Bandung Creative City Forum. (rls)

 

Di-reblog dari Artikel