Baru 73 Persen Penduduk di Jabar Nikmati Listrik

baru-73-persen-penduduk-di-jabar-nikmati-listrik
Foto Ilustrasi

Merdeka.com – Hingga kini baru 73 persen penduduk di Jawa Barat yang menikmati listrik. Sisanya, warga hidup dalam kegelapan. Mereka yang belum teraliri listrik berasal dari pelosok.

Selama ini untuk penerangan, mereka mengandalkan minyak tanah yang harganya tergolong tinggi atau sekitar Rp 15 ribu per liternya. Berangkat dari gagasan filosofis bahwa Jabar harus dalam kondisi ‘terang’ dalam bidang kesehatan, pendidikan, bidang pariwisata dan budaya juga lingkungan hidup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mensosialisasikan ‘Jabar Caang’ atau artinya Jabar terang.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar salah satu cara yang kini ditempuh untuk melakukan penerangan adalah memanfaatkan Listrik Mandiri Rakyat (Limar). Di Jawa Barat sudah ada pelakunya yakni Ujang Koswara.

“Saya ingin Karya Ujang ini terus menyebar produknya ke rumah-rumah warga di pelosok-pelosok di Indonesia yang belum teraliri listrik,” katanya di Bandung, Rabu (4/9).

Produknya pun kini dipakai oleh CSR Biofarma untuk menerangi desa di wilayah Cipta Gelar, Sukabumi, Jabar. Dengan model inilah Wagub Deddy berharap BUMN yang ada di Jabar ikut juga menggunakan CSR nya untuk kepentingan warga Jabar yang belum teraliri listrik PLN.

“Saya ingin mengajak BUMN yang berada di Jabar untuk melakukan CSR di Jabar, misal konsentrasi di Jabar Selatan dengan sasaran dan program yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ajaknya.

Untuk bisa mencapai target 100 persen Jabar Caang, dengan adanya dukungan semua pihak, bukan tidak mungkin 5 tahun mendatang semua daerah di Jabar akan terang.
“Kalau di Jabar dengan cara ini semoga bisa lima tahun, tapi kalau dengan linmar bisa di bawah lima tahun karena alatnya yang mudah dan murah,” jelasnya.

Sementara itu Ujang mengaku bahwa produknya memang cukup efektif menerangi wilayah yang belum teraliri listrik. Lampu Limar menurutnya jauh lebih hemat dibanding penggunaan minyak tanah.

“Dalam satu paket lampu Limar terdiri dari lima buah lampu. Satu lampu bertenaga 1 watt tetapi setara dengan 10 watt. Sumber tenaga lampu adalah aki mobil yang bisa di-charge setiap sebulan sekali dengan biaya seribu rupiah,” ungkapnya seraya menambahkan dengan Linmar akan menghemat Rp 120 ribu dalam satu bulan.

Repost dari Artikel