Menkum HAM Minta Lapas Pakai Lampu Hemat Energi Buatan Napi

Bandung – Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin meminta UPT (unit pelaksana teknis) di wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jabar untuk menerapkan penggunaan lampu hemat energi yang dibuat oleh narapidana dari Lapas Wanita Sukamiskin. Ia pun berharap rekening listrik dapat menurun dengan penggunaan lampu jenis LED (Light Emitting Diode) itu.

“Saya harap rekening listrik bisa menurun drastis dalam bulan desember ini juga. Pada awal 2013, lapas atau UPT diharapkan bisa menerapkan lampu hemat energi ini,” ujar Amir dalam acara Penandatanganan kerjasama Kemenkum HAM Jabar dan Ketua Kadin Jabar di Lapas Wanita Sukamiskin, Jalan Arcamanik, Senin (3\/12\/2012).

Dalam acara tersebut, PT Catur Reka Pilarindo yang menjadi rekanan menerangkan bahwa produk lampu yang disebut Lampu Limar yang merupakan singkatan dari Listrik Mandiri Rakyat di distribusikan ke daerah yang belum terjangkau pelayanan listrik.

Amis pun menuturkan bahwa produk lampu hemat energi ini adalah suatu terobosan besar di dalam upaya menghemat energi maupun biaya.

“Kita lihat tidak hanya menghemat energi bahkan bisa membantu menerangi desa yg tidak terjangkau listrik dan akan menggunakan produk unggulan warga binaan kita. Saya belum ingin terlalu jauh memastikan dan memuji. Tapi kalau benar itu adanya ini adalah langkah besar,” tuturnya.

Sebagai percontohan Amir mengatakan bisa memulainya dari Lapas Sukamiskin terlebih dahulu. “Saya ingin lihat yang jadikan contoh dulu, misalnya disini (Sukamiskin-red) dulu. Kalau berhasil kita harapkan bisa keluar,” kata Amir.

Ia mengatakan, berdasarkan paparan yang ia dapatkan, penghematan yang bisa dilakukan dari penggunaan dengan penggunaan lampu Limar bisa mencapai 70 persen.

“Kalau menurut paparan bisa 70 persen. Tapi hemat 50 persen atau 40 persen itu sudah berarti,” tuturnya. (tya/ern)

 

Repost dari Artikel