The Panasdalam Institut dalam Creative Sharing Medan

Teks & Foto : Ifan F. Harijanto

Medan– Kekalahan Indonesia dari Malaysia tidak menyurutkan semangat anak muda Medan untuk tetap mengikuti rangkaian acara Creative Sharing yang diadakan di 061Bistro Jl. Kesawan Medan. Kali ini Indonesia Kreatif yang bekerjasama dengan @mateinfo mengundang kembali The Panasdalam Institute untuk berbagi ilmu kreatifitasnya di kota Medan. Kota Medan adalah kota ke 3 yang dikunjungi The Panasdalam Institute dalam memberikan Solusi kreatifitas dan aplikasinya. Seperti di 2 kota sebelumnya, sambutan para peserta Creative Sharing di Medan juga tampak antusias untuk mengikuti rangkaian acara malam itu.

Pada sesi pertama kesempatan diberikan kepada Ujang Koswara selaku Guru Besar The Panasdalam Intitute yang memberikan ragam inovasi yng telah di buat dan dikembangkan oleh Ujang Koswara. Ujang Koswara menekankan bahwa semua kesuksesan tidak akan pernah merasa memenuhi kebutuhan apabila mereka tidak pernah berbagi.

Ujang Koswara yang selama ini terkenal dengan produk lampu LIMAR, lampu yang membantu menghemat energi untuk masyarakat ini banyak diaplikasikan di daerah–daerah terpencil yang belum tersentuh oleh jaringan listrik negara. Awal mula membuat lampu hemat energi yang terbuat dari rangkaian LED ini adalah ketika Ujang Koswara mengunjungi sebuah daerah di kampungnya yang belum terjamah fasilitas jaringan listrik. Berawal dari situ Ujang Koswara berpikir keras untuk bisa membuat lampu yang hemat dan tidak membutuhkan daya listrik yang besar yaitu dengan mengandalkan dari aki motor. LIMAR yang berarti LIstrik MAndiri Rakyat benar–benar membatu masyarakat pedesaan yang sangat membutuhkan alat penerang sebagai salah satu penggerak roda kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat, sehingga sampai malampun masih banyak yang beraktifitas seperti mengaji di mesjid atau mushola, anak–anak sekolah bisa belajar dengan terang sehingga bisa mengejar standar nilai UN yang disamakan oleh negara tapi tidak melihat fasilitas pelajar tiap daerah sangat beragam dan berbeda. Ibu–ibu yang bejualan bisa memasak dari mulai pagi buta untuk menyiapkan jualannya, dan yang terpenting adalah masyarakat dilibatkan untuk merakit dan memasang sendiri Listrik Mandiri Rakyat sehingga masyarakat tidak hanya sebagai penonton namun bisa diajak sebagai pemain.

Diakhir sesi Ujang Koswara memperlihatkan contoh rangkaina Listrik Mandiri Rakyat yang kini sudah tersebar perakitannya di beberapa tempat termasuk di Medan.

Acara yang disiarakan juga oleh KISS FM Medan ini berlangsung meriah sampai pada penampilan Pidi Baiq selaku Imam Besar The Panasdalam. Pidi Baiq yang dikenal di Medan dengan serial buku Drunken ini ternyata banyak juga penggemar fanatiknya disana, terbukti banyaknya pengunjung yang tetap setia menunggu penampilannya.

061Bistro yang biasanya tutup pada pukul 11 malam, pada malam itu mereka menyediakan waktu sampai jam 12 malam. Itu pun masih terasa kurang untuk para pengunjung yang masih ingin mendengarkan lantunan lagu dari Pidi Baiq yang syair–syairnya sangat ringan namun menggambarkan sebuah realita yang sebenarnya terjadi. Spontanitas Pidi Baiq dalam berkomunikasi dengan pengunjung serta pembawaanya yang membaur dengan pengunjung membuat suasana keakraban di 061Bistro sangat terasa hangat. Dalam penampilan terakhirnya Pidi Baiq membawakan lagu Kucing adalah Anjingku yang mempunyai pesan bahwa “musuh terbesar dalam diri manusia adalah dirinya sendiri “.

Penampilan spontanitas Pidi Baiq dalam berkomunikasi dengan pengunjung serta pembawaanya yang membaur dan akrab.

Waktu yang sedikit tidak mengurungkan antusias pengunjung 061Bistro untuk tetap bertanya kepada kedua pemuka The Panas Dalam Institute tersebut, bahkan sampai acara selesai pun pengunjung masih banyak yang bertanya. Dengan senang hati Ujang Koswara dan Pidi Baiq tetap menjawab setiap pertanyaan yang tadi belum sempat ditanyakan oleh para pengunjung.

Sungguh malam yang menyenangkan berada diantara orang–orang yang berpikir bebas tanpa tekanan, dan mempunya berbagai macam solusi untuk menghadapi berbagai macam persoalan, tidak ada sebuah usaha yang sia–sia apabila langkah pertama sudah dimulai, tergantung komitmen dan konsistensi dalam menjalankannya.

 

Reblog dari Artikel