Lewat LIMAR, PLN Terangi Masyarakat Terpencil di NTB

pln_jpnn
Masyarakat di NTB memasang lampu bohlam. Melalui program LIMAR, PT PLN melistriki masyarakar terpencil di NTB dengan menggunakan PLTS. Foto:Istimewa

JAKARTA – PT PLN (Persero) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan proyek percontohan (pilot project) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala kecil, guna melistriki pemukiman penduduk di wilayah terpencil yang secara geografis sangat sulit untuk dijangkau. Saat ini, tidak kurang dari 1.700 Kepala Keluarga (KK) miskin di sembilan Dusun yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu sudah dapat menikmati penerangan listrik dari PLTS.

Juru bicara PT PLN, Agus Trimukti, mengatakan, pengembangan proyek PLTS yang dipopulerkan dengan nama Penerangan Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR) itu merupakan bagian dari pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Wilayah NTB yang melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. “Pengembangan LIMAR yang didadanai dengan dana CSR sebesar Rp 3,5 milyar itu menjadi salah satu alternatif penyediaan listrik mandiri bagi keluarga miskin yang tersebar di daerah terpencil dan belum terjangkau infratsruktur kelistrikan,” ujar Agus dalam siaran pers ke JPNN, Jumat (30/7) malam.

Agus menyebutkan, di Kabupaten Lombok Utara, LIMAR dikembangkan di 2 Dusun, yakni Temuan Sari dan Lembah Pedek, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan. Di Kabupaten Lombok Barat, dikembangkan di 2 Dusun, yakni di Dusun Lonseran Barat Utara, Desa Lengko Kecamatan Linsar dan Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari. Sedangkan untuk Kabupaten Lombok Tengah, LIMAR dikembangkan di Kecamatan Pujut, khususnya di Dusun Bumbang, Desa Mertak dan Dusun Sangi, Desa Truwai.

Adapun untuk Kabupaten Lombok Timur, terdapat 4 Dusun yang menjadi tempat pengembangan PLTS, yakni Dusun Barang Panas,  Dusun Sukatain, Dusun Bukit Durian dan Limbungan Barat Dusun Limbungan. Sementara itu, di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu LIMAR dikembangkan di 5 dusun yang tersebar. Agus mencontohkan, dengan proyek PLTS tersebut sebanyak 104 kepala keluarga (KK) di Dusun Temuan Sari, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, sudah dapat menikmati listrik.

“Warga dusun Temuan yang terletak di daerah perbukitan dan berjarak lebih dari 160 Km dari Mataram sudah dapat menikmali listrik sejak Desember 2009 lalu. Sebuah bangunan sederhana yang didirikan oleh warga dan dijadikan semacam power house PLTS yang dibangun oleh PLN NTB,” tandasnya.(yud/ara/jpnn)

 

Repost dari Artikel